Asslammualaikum warahmatullahi wabarakatuh saya Abid Johana ingin menjelaskan kembali sedikit tentang pertemuan yang ke enam ini. Ada Brendan Wilson yang menulis buku berjudul Simply Philosophy dan edisi bahasa Arab-nya berjudul al-Falsafah Bi Basathah. Setelah membaca buku itu orang dapat mengatakan bahwa judul buku itu salah. Filsafat yang dijelaskan di dalam buku itu tidaklah mudah. Judul buku itu seharusnya “Berfilsafat Secara Sistematis”.
Muhammad Husayn al-Thabathaba’i menulis Bidayah al-Hikmah dan Nihayah al-Hikmah untuk memudahkan pelajar belajar filsafat. Muhammad Taqi Mishbah al-Yazdi menulis al-Manhaj al-Jadid Fi Ta’lim al-Falsafah dan Durus Fi al-Falsafah. Mohsen Gharawiyan menulis buku Pengantar Mehamami Buku Daras Filsafat Islam.Seperti halnya Diogenes yang hidup pada masa Alexander the Great, Bahlul yang hidup pada masa Harun al-Rasyid dari.
Abbasiyah juga dianggap sebagai filsafat yang hidup. Mereka mengajarkan filsafat bukan hanya dengan kata-kata, melainkan
dengan hidupnya. Itulah mengapa mereka disebut filsafat yang hidup atau filsafat yang berjalan di atas bumi.sekian dan terimakasih.